RSS

Ayah & Bunda 4th Anniversary: Memories on the preparation of our wedding

07 Aug

Dear All,

Selamat malam………… Mau sharing lagi nih, postingan yang ini sebenarnya sudah agak lama dipersiapkan, sejak sebelum our wedding anniversary malah, tapi… berhubung masih minggu-minggu awal tahun ajaran baru sekolah, dan masih harus banyak beradaptasi dengan lingkungan , masih banyak harus belajar jadi tertunda melulu deh. Nah mumpung sempat, mari kita mulai sharing postingan ini ya.

Seperti yang dulu pernah diceritakan DISINI dan DISINI, ayah dan bunda sejak awal berpacaran memang niat untuk serius dan pacarannya dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Alhamdulillah perjalanan pacarannya tergolong lancar, berantem2 dikit banyak sih ada ya, namun kami bisa atasi bersama dan akhirnya tercapai cita cita bersanding bersama di pelaminan….ceilee bahasanya…. 😉

Nah karena kita berdua dari awal sudah sadar kalau pernikahan itu berarti menyatukan 2 keluarga dan dari adat istiadat serta kebudayaan yang berbeda, apa lagi kami berdua sama-sama anak pertama, jadi udah dari awal diperkirakan kemungkinan acara resepsi pernikahannya pun akan menyatukan dua adat, dan besar kemungkinan akan diadakan 2 kali dengan dua adat yang berbeda.

Soal biaya gimana tuh kalau 2 kali resepsi? Sekali lagi kita berdua juga sadar diri banget dengan kondisi keuangan kami saat awal menikah dulu, baru kerja 2 tahun sebagai peneliti,  yang terus terang standard gaji di Indo untuk peneliti (dulu pas masuk jabatannya masih assisten peneliti ) ga besar ya. Menurut info beberapa teman yang jadi peneliti di Negara maju mereka sangat dihargai apalagi kalau ilmunya Biologi bisa dianggap people of the future dan mendapatkan standard gaji yang cukup ok. Lah klo disini kayaknya bidang research masih dipandang sebelah mata, jadi yaaaaa gitu deh…………

Nah loh jadi tambah bingung kan dengan biaya pernikahannya. Kebetulan kami berdua punya prinsip yang sama, kami ga mau ngerepotin orang tua untuk minta-minta biaya resepsi (dikasih ya bersyukur tapi ga mau memberatkan dengan minta yang mewah-mewah). Jadi sejak awal berpacaran kami sudah mulai menabung di TRM bank Mandiri, setengah dari gaji bulanan saat itu disisihkan masuk TRM plus bonus tahunan yang didapat pun langsung dipotong 75% nya tabung, 25% nya dinikmati. Maklum lah saat itu kan masih darah muda yang tentunya ingin sedikit bersenang-senang masa nabung melulu hehehe… 😀

Alhamdulillah banget dari hasil nabung di awal Desember 2007 diitung-itung wah kayaknya untuk adain resepsi yang sederhana sih lumayan udah kekejar targetnya, tinggal tambah beberapa bulan udah bisa jalan lah. Jadi mulai Desember 2007 kita berdua udah mulai survey-survey tempat resepsi, kenapa yang disurvey duluan tempatnya? Karena biasanya tempat resepsi itu ada rekanan-rekanan catering, dekor dsb. Jadi dari pilih tempat nanti pilihan catering dll akan terlihat juga.

Semua survey2 ini masih di sembunyi-sembunyi dari orang tua, karena sekali lagi kami kan berprinsip ga mau merepotkan orang tua, jadi nanti aja kami temui mereka setelah diantara kami berdua sudah ada kesepakatan dulu mau adainnya dimana. Ini juga bertujuan agar nanti saat pertemuan keluarga dari kedua belah pihak udah jelas tempatnya, mengurangi kemungkinan terjadi kesalah pahaman dan berantem-berantem pihak-pihak keluarga deh. Cukup anak nya aja yang berantem2 pilih tempat, karena satu lagi prinsip kami, kalau berantem antara kita kan baikannya gampang dan lebih cepat selesai, tapi jangan sampai yang berantem antar keluarga bisa repot tuh baikannya. Jadi semua survey dan berantem2 milih tempat dan catering kita jalanin berdua saja.

Akhirnya tercapai kesepakatan antara ayah & bunda untuk lokasi kita pilih di Masjid Raya Pondok Indah Jakarta Selatan.Karena letaknya yg strategis untuk wilayah Serpong-Kebayoran, acaranya juga mau langsung diadakan di hari dan tempat yang sama untuk akad nikah dan resepsi. Tujuannya tentu saja untuk menghemat budget. Untuk tanggal setelah kita lihat2 yang memungkinkan untuk kami berdua menutupi biaya resepsi dengan nabung dan venue nya masih kosong di sekitar bulan Agustus. Untuk catering kami pilih Rhima Catering karena dari brosur2 yang tersedia di ruang administrasi Masjid Pondok Indah, Rhima catering ini yang paling jelas paketan dan harganya.

Setelah kami sepakat baru ayah menghadap ke akung & uti di pertengahan bulan Desember 2007. Ayah melamar bunda secara pribadi depan akung & uti. Gimana tanggapannya? Alhamdullilah mereka senang dan menyetujui rencana pernikahan kami. Setelah itu ayah menghadap ke orang tuanya dan menyatakan niatnya menikahi bunda. Alhamudulillah nenek Kebayoran dan bangkong juga menyetujui dan merestui. Disepakati tanggal 29 Desember 2007 akan diadakan pertemuan dua keluarga kecil, ya itu keluarga inti ayah dan keluarga inti bunda. Dari hasil pertemuan keluarga inti diputuskan bahwa akan ada dua respsi, resepsi pertama di Masjid Pondok Indah, dengan akad nikah dari ayah akan menggunakan adat betawi (menggunakan marawis untuk mengantar calon mempelai pria), lalu resepsi dengan adat jawa Lanjut dengan respsi kedua sebelum bulan puasa di rumah Kebayoran menggunakan adat betawi.

Nah sudah jelas sekarang akan ada 2 resepsi dengan 2 adat. Pembiayaannya? Sesuai kesepakatan ayah dan bunda menggunakan tabungan kami, dan mendapat bantuan dari kedua orang tua baik dari pihak ayah maupun dari pihak bunda. Alhamdulillah ga sampai ada hutang hanya karena resepsi. Dari awal saat menghadap kami sudah memperkirakan budget resepsi yang bisa kami kumpulkan, jadi langsung diskusi sama orang tua “Kami bisa biaya sendiri untuk kira-kira 300 tamu, kalau bapak dan ibu mau menambahkan silahkan, kalau tidak ya tidak apa-apa, kita undang sesuai budget saja” Untungnya kami berasal dari keluarga yang demokratis dan terbiasa menyampaikan pendapat kami secara terbuka dengan orang tua, lebih baik terbuka di awal daripada ditutup-tutupi terus nanti over budget dan bingung bayarnya kan malah ngerepotin orang tua. Sesuai prinsip kami  sederhana ga masalah, yang penting sah di mata Allah dan di mata hukum negara. Setelah ada kesepakatan bersama dari pihak keluarga inti survey-survey mulai dilakukan secara terbuka.

Nah saat mau DP masjid Pondok Indah tanggal yang kosong 17, 18 dan 23 Agustus 2008. Tanggal 23 ga memungkinkan kalau ga salah karena sudah mau puasa, sementara tanggal 17 juga ga mungkin karena hari kemerdekaan Negara kita dan akung harus ikut upacara, tanggal 18 Agustus itu hari Senin, namun katanya sih mau ada libur bersama, tapi kan belum pasti, jadi ya deg-deg an juga masa resepsi di hari kerja. Pas dicari lagi ternyata masih ada satu tanggal kosong di bulan Juli tepatnya 20 Juli 2008, pas banget liburan sekolah jadi uti ga harus bolos kerja dan keluarga-keluarga jauh diharapkan bisa datang.

Ayah dan bunda sempet mikir sih berarti maju 1 bulan dari yang diperkirakan dan tabungan kita TRM itu kan sistemnya berjangka udah bisa mencukupi gak ya? Udah bisa dicairin gak ya? Tapi ya udah lah kita sepakati aja tanggalnya dan bersama-sama berusaha agar semua lancar, jadi ditetapkan akad nikah dan resepsi adat Jawa di Masjid Pondok Indah tanggal 20 Juli 2008. Nah untuk yang resepsi kedua diputuskan tanggal 3 Agustus 2008, jadi sekitar 2 minggu setelah resepsi pertama, dan akan diadakan di Kebayoran dengan adat Betawi. Gak pakai hitung-hitung hari baik? Pendapat kami sih semua hari adalah hari baik, jadi Bismillah aja agar semua lancar 🙂

Mulai mempersiapakan perintilan wedding. Untuk Wedding ring kami survey ke beberapa tempat, si ayah punya prinsip untuk tidak memakai cincin emas, memang di agama kami (Islam) pria tidak boleh menggunakan emas. Setelah survey kemana-kemana plus googling nemu 3 bahan alternative : perak, platinum, dan titanium. Perak itu lunak dan bisa hitam jadi cuma bagus saat ceremony saja, rugi dong ah, platinum OMG harganya mahal banget ngelebihin emas, di Jakarta banyak toko emas yang ngaku emas putihnya sebagai platinum dan kasih harga agak lebih mahal dari emas, tapi kan palsu tuh,  jadi tetap ada kandungan emasnya (kita dapat info dari penjual perhiasan di salah satu pameran wedding dan di confirm dengan info dari saudara kami yang beli emas putih dengan harga platinum), ciri bedainnya klo emas putih itu lebih keras dari perak namun lebih lunak dari platinum jadi bisa di model macem2, terus emas putih bisa balik ke warna aslinya jadi kuning klo platinum warna naturalnya memang putih jadi tetap, setelah dapat info lengkap kita mencoret platinum dari datar pilihan karena alasan utama harganya yang tinggi.

Nah beralih ke pilihan terakhir titanium ternyata susah banget carinya, di googling toko yang jual kebanyakan di luar negeri, eh akhirnya malah ketemu suplier bahan titanium tapi dia ga buat cincin. Berbekal hobi si ayah membuat spare part tamiya dia coba pesan sedikit bahan ke suplier itu akhirnya dia buat sendiri cincinnya. Modelnya memang sederhana sekali mirip baut malah hehehe, tapi yang penting bebas dari emas. Masa mau nikah menjalani syariat agama malah memakaikan bahan yang dilarang oleh agama. Ga mau dong.

Berawal dari sini juga akhirnya kita buka usaha online CincinTitanium Online . Karena banyak teman yang tanya ke kami dimana beli cincinnya dan tertarik membeli juga, jadi ya udah kita sekalian jualan aja, apalagi udah tau kekuatannya yang memang TOP lebih dari emas, yang warna natural juga seumur hidup dia ga berubah warna. Oh iya berhubung udah masuk tahun ke-4 toko online kita berdiri modelnya juga macem-macem udah ga kayak baut kok hehehe. ok deh soal ini dibahas lain kali aja ya, klo pas niat iklanin 😉

Untuk cincin bunda, karena ga ada larangan pakai emas untuk wanita, untuk bunda tetap pakai cincin emas putih, modelnya disamakan dengan cincin ayah. Kita beli di Melawai dan akhirnya jadi teman sesama penjual cincin. mau lihat bentuk wedding ring kita? baca terus ya, ada di foto akad nikah, yuk mari kita lanjut….

Acara lamaran resmi dari pihak keluarga ayah ke keluarga bunda, diadakan tanggal 23 februari 2008, disini pertama kali keluarga besar bertemu, dan sekali lagi Alhamdulillah semua berjalan lancar 🙂

Berikut beberapa foto  :

Setelah itu mulai prepare undangan dan souvenire, Untuk undangan cukup terbantu dengan usaha percetakan keluarga ayah, jadi kita benar-benar design sendiri dari awal dengan konsep CD,  memakai bentuk dasar tempat CD, unik dan bisa digunakan kembali oleh penerima sebagai tempat CD :). Untuk bentuk undangannya bisa dilihat disini :

Untuk Souvenire kita juga buat sendiri bahu membahu dengan tante Ulfah (adiknya ayah) yang saat itu merintis usaha chocoline, dan dibantu pula oleh uti Ncil yang datang khusus dari Malang. Souvenire kami berupa coklat sebesar telapak tangan berbentuk hati (love) dengan diberi huruf D R yang merupakan inisial nama bunda & ayah dari cokelat juga. Untuk souvenire maaf ga ada fotonya, ada di kamera digital pribadi namun tidak sengaja terdelete semua jadi hilang. Ada satu sih di foto keluarga uti Ncil saat di pelaminan di pegang oleh tante Manda namun kurang jelas klo di crop, jadi silahkan dibayangkan saja bentuknya ya :).

Tanggal 19 Juli 2008 malam di rumah Puspiptek keluarga bunda mengadakan acara pengajian, sebagai pengganti acara midodoreni dan siraman. Bukannya tidak menghargai adat, namun bunda dan keluarga memutuskan dari pada uangnya dipakai untuk itu lebih baik uangnya disumbangkan ke pihak-pihak yang lebih membutuhkan, dan minta doa dari mereka agar acara esok hari berjalan lancar. Jadi diganti dengan pengajian bersama.

Malam hari sekitar jam 10-an pihak dari perias manten masih sempat telephone bunda untuk memastikan warna busana pengiring pengantin dan penerima tamu serta ukuran selop manten. Masih ingat banget deh bun ngantuk-ngantuk gitu jawabnya. Untung ga salah jawab loh hehehe

Di hari H nya subuh-subuh bunda, akung, dan uti berangkat ke masjid Pondok Indah menggunakan mobil pengantin yang disupiri supir kantor akung. Setelah sampai sholat Subuh terus langsung dirias, jam 6 ayah datang dan dirias untuk memakai dodotan. Dodotan dipakai hanya untuk foto canvas karena di masjid Pondok Indah dilarang menggunakan dodotan karena dinilai terlalu terbuka, sementara bun sejak kecil apalagi saat melihat pernikahan Tata & Tommy Soeharto pengen banget pakai dodotan, jadi di ambil kompromi untuk pakai dodotan pagi sebelum akad, untuk foto kanvas saja. Gimana jadinya fotonya? Please enjoy here :

Setelah foto dengan dodotan ayah berganti pakaian lalu pulang ke rumah Kebayoran untuk menjalani ritual adat Betawi. Sementara bunda langsung berganti kebaya akad. Eh sempat ada kejadian lucu loh, waktu bunda dirias sempet keingetan klo pas coba kebaya akad sempet ngerasa sempit bunda bilang gini ke perias “Bu nanti klo kebaya akad nya ga bisa masuk tuker kebaya yang buat penerima tamu aja kan sama2 putih” huahaahaaha mana ada coba pengantin kayak gitu 😀

Jam 8.45 pagi bunda sudah siap dengan kebaya akad nikah warna putih, hadiah dari tante Arnie di Jogja yang ternyata pas membungkus badan dengan indah, lengkap dengan riasan adat Jawa, mulai memasuki masjid raya Pondok Indah, setelah mendapat breafing sebentar dari pembawa acara untuk langkah-langkah akad nikah kita mendengarkan pembacaan ayat suci al-quran, setelah itu terdengar music Marawis bertalu-talu, rupanya ayah dan rombongan keluarganya sudah datang. Tepat jam 9 pagi akad nikah dilangsungkan dan Alhamdulillah kami pun sah menjadi suami istri di mata Allah dan di mata hukum Negara. InsyaAlllah…. Ya Alllah….. Berikut foto akad nikahnya :

Setelah akad nikah, ayah membacakan sighlat taklik, lalu penyerahan mas kawin berupa cincin berlian (wedding ring-nya bunda) dan uang sebesar 2.007.2008 sesuai tanggal pernikahan kami 20.07.2008, dilanjutkan dengan sungkeman pada uyut, uti, akung, nenek Kebayoran, bangking, ibu uyut Kebayoran, umi uyut Kebayoran, dan Almarhum Abi uyut Kebayoran. Setelah itu ayah dan bunda masuk kembali ke ruang rias dan mulai dirias untuk respsi menggunakan kebaya panjang merah marun dan beskap merah marun. Ini hasilnya :

Tepat jam 11 Siang resepsi dimulai dan Alhamdulillah berjalan lancar. Resepsi kedua di rumah Kebayoran tanggal 3 Agustus dengan adat betawi pun Alhamdulillah lancar, berikut foto-foto kami saat menjadi pengantin betawi 🙂

Ga terasa sudah 4 tahun kami bersama, dan sudah ada mas ganteng Fabian yang menemani. Semoga kami bisa selalu menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, dan bisa mendapatkan adik untuk Fabian di tahun ini (berharap, berdoa, dan berusaha) Amienn…… bantu doa-nya ya teman-teman 🙂

Mas ganteng di keluarga kami : Fabian Putra Anzil Firdaus

Wuah panjang juga ya menulis kenangannya, semoga bisa berguna buat calon pengantin yang lagi sibuk urusin preparation wedding-nya, dan berguna untuk kami sebagai pengingat kenangan our wedding. Pokoknya kuncinya dinikmati saja semuanya 🙂

Nantikan sharing kami berikutnya ya

With Love, The Firdaus Family

Advertisements
 
6 Comments

Posted by on August 7, 2012 in Uncategorized

 

Tags: , ,

6 responses to “Ayah & Bunda 4th Anniversary: Memories on the preparation of our wedding

  1. Ayu

    August 7, 2012 at 7:26 am

    Happy 4th anv ya buuu.. Smg Bahagia selalu dlm rahmat Allah.. Amin…

     
    • dianworld

      August 7, 2012 at 9:50 am

      Thank u untuk ucapannya jeng ayu. Amien untuk doanya, doa yang sama kami ucapkan untuk keluarga kalian. Salam untuk dede Rapha ya 🙂

       
  2. dlovejourneyy

    August 9, 2012 at 12:06 pm

    Baru blogwalking lagi, hehe…
    Wach Dian, congratz dulu yaa..
    Cepetan bikin adek juga buat Apap! Ngga trasa lho klo dirimu sdh smakin tua nanti, hahahaha 😛 *kabur*

     
    • dianworld

      August 10, 2012 at 12:57 am

      Huaaa siapa bilang tua, yang benar makin matang dan indah huahahaha…. Thank you ya Wi. We will see you after baby GC comes to this beautiful world 🙂

       
  3. Ilung

    October 29, 2014 at 8:04 am

    Hi Dian,
    Perkenalkan nama saya Ilung, founder dari KlubEvent.com. Maksud saya menghubungi Dian adalah untuk bertanya apakah Dian bersedia untuk memberikan review singkat mengenai Rhima Catering di website KlubEvent.com seperti yang kamu tulis di blog ini. Review ini tentunya akan sangat membantu orang lainnya dalam mencari vendor catering. Saya sangat appresiasi sekali bila Dian maw berkenan untuk memberikan review Rhima catering dan kontak saya di ipranata@klubevent.com. Terima kasih dan salam kenal. 🙂

     
    • dianworld

      October 29, 2014 at 9:26 am

      @Ilung : Boleh. Sy kontak anda by email ya. Thx

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: