RSS

Tag Archives: Anniversary

Ayah & Bunda 4th Anniversary: Memories on the preparation of our wedding

Dear All,

Selamat malam………… Mau sharing lagi nih, postingan yang ini sebenarnya sudah agak lama dipersiapkan, sejak sebelum our wedding anniversary malah, tapi… berhubung masih minggu-minggu awal tahun ajaran baru sekolah, dan masih harus banyak beradaptasi dengan lingkungan , masih banyak harus belajar jadi tertunda melulu deh. Nah mumpung sempat, mari kita mulai sharing postingan ini ya.

Seperti yang dulu pernah diceritakan DISINI dan DISINI, ayah dan bunda sejak awal berpacaran memang niat untuk serius dan pacarannya dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Alhamdulillah perjalanan pacarannya tergolong lancar, berantem2 dikit banyak sih ada ya, namun kami bisa atasi bersama dan akhirnya tercapai cita cita bersanding bersama di pelaminan….ceilee bahasanya…. 😉

Nah karena kita berdua dari awal sudah sadar kalau pernikahan itu berarti menyatukan 2 keluarga dan dari adat istiadat serta kebudayaan yang berbeda, apa lagi kami berdua sama-sama anak pertama, jadi udah dari awal diperkirakan kemungkinan acara resepsi pernikahannya pun akan menyatukan dua adat, dan besar kemungkinan akan diadakan 2 kali dengan dua adat yang berbeda.

Soal biaya gimana tuh kalau 2 kali resepsi? Sekali lagi kita berdua juga sadar diri banget dengan kondisi keuangan kami saat awal menikah dulu, baru kerja 2 tahun sebagai peneliti,  yang terus terang standard gaji di Indo untuk peneliti (dulu pas masuk jabatannya masih assisten peneliti ) ga besar ya. Menurut info beberapa teman yang jadi peneliti di Negara maju mereka sangat dihargai apalagi kalau ilmunya Biologi bisa dianggap people of the future dan mendapatkan standard gaji yang cukup ok. Lah klo disini kayaknya bidang research masih dipandang sebelah mata, jadi yaaaaa gitu deh…………

Nah loh jadi tambah bingung kan dengan biaya pernikahannya. Kebetulan kami berdua punya prinsip yang sama, kami ga mau ngerepotin orang tua untuk minta-minta biaya resepsi (dikasih ya bersyukur tapi ga mau memberatkan dengan minta yang mewah-mewah). Jadi sejak awal berpacaran kami sudah mulai menabung di TRM bank Mandiri, setengah dari gaji bulanan saat itu disisihkan masuk TRM plus bonus tahunan yang didapat pun langsung dipotong 75% nya tabung, 25% nya dinikmati. Maklum lah saat itu kan masih darah muda yang tentunya ingin sedikit bersenang-senang masa nabung melulu hehehe… 😀

Alhamdulillah banget dari hasil nabung di awal Desember 2007 diitung-itung wah kayaknya untuk adain resepsi yang sederhana sih lumayan udah kekejar targetnya, tinggal tambah beberapa bulan udah bisa jalan lah. Jadi mulai Desember 2007 kita berdua udah mulai survey-survey tempat resepsi, kenapa yang disurvey duluan tempatnya? Karena biasanya tempat resepsi itu ada rekanan-rekanan catering, dekor dsb. Jadi dari pilih tempat nanti pilihan catering dll akan terlihat juga.

Semua survey2 ini masih di sembunyi-sembunyi dari orang tua, karena sekali lagi kami kan berprinsip ga mau merepotkan orang tua, jadi nanti aja kami temui mereka setelah diantara kami berdua sudah ada kesepakatan dulu mau adainnya dimana. Ini juga bertujuan agar nanti saat pertemuan keluarga dari kedua belah pihak udah jelas tempatnya, mengurangi kemungkinan terjadi kesalah pahaman dan berantem-berantem pihak-pihak keluarga deh. Cukup anak nya aja yang berantem2 pilih tempat, karena satu lagi prinsip kami, kalau berantem antara kita kan baikannya gampang dan lebih cepat selesai, tapi jangan sampai yang berantem antar keluarga bisa repot tuh baikannya. Jadi semua survey dan berantem2 milih tempat dan catering kita jalanin berdua saja.

Akhirnya tercapai kesepakatan antara ayah & bunda untuk lokasi kita pilih di Masjid Raya Pondok Indah Jakarta Selatan.Karena letaknya yg strategis untuk wilayah Serpong-Kebayoran, acaranya juga mau langsung diadakan di hari dan tempat yang sama untuk akad nikah dan resepsi. Tujuannya tentu saja untuk menghemat budget. Untuk tanggal setelah kita lihat2 yang memungkinkan untuk kami berdua menutupi biaya resepsi dengan nabung dan venue nya masih kosong di sekitar bulan Agustus. Untuk catering kami pilih Rhima Catering karena dari brosur2 yang tersedia di ruang administrasi Masjid Pondok Indah, Rhima catering ini yang paling jelas paketan dan harganya.

Setelah kami sepakat baru ayah menghadap ke akung & uti di pertengahan bulan Desember 2007. Ayah melamar bunda secara pribadi depan akung & uti. Gimana tanggapannya? Alhamdullilah mereka senang dan menyetujui rencana pernikahan kami. Setelah itu ayah menghadap ke orang tuanya dan menyatakan niatnya menikahi bunda. Alhamudulillah nenek Kebayoran dan bangkong juga menyetujui dan merestui. Disepakati tanggal 29 Desember 2007 akan diadakan pertemuan dua keluarga kecil, ya itu keluarga inti ayah dan keluarga inti bunda. Dari hasil pertemuan keluarga inti diputuskan bahwa akan ada dua respsi, resepsi pertama di Masjid Pondok Indah, dengan akad nikah dari ayah akan menggunakan adat betawi (menggunakan marawis untuk mengantar calon mempelai pria), lalu resepsi dengan adat jawa Lanjut dengan respsi kedua sebelum bulan puasa di rumah Kebayoran menggunakan adat betawi.

Nah sudah jelas sekarang akan ada 2 resepsi dengan 2 adat. Pembiayaannya? Sesuai kesepakatan ayah dan bunda menggunakan tabungan kami, dan mendapat bantuan dari kedua orang tua baik dari pihak ayah maupun dari pihak bunda. Alhamdulillah ga sampai ada hutang hanya karena resepsi. Dari awal saat menghadap kami sudah memperkirakan budget resepsi yang bisa kami kumpulkan, jadi langsung diskusi sama orang tua “Kami bisa biaya sendiri untuk kira-kira 300 tamu, kalau bapak dan ibu mau menambahkan silahkan, kalau tidak ya tidak apa-apa, kita undang sesuai budget saja” Untungnya kami berasal dari keluarga yang demokratis dan terbiasa menyampaikan pendapat kami secara terbuka dengan orang tua, lebih baik terbuka di awal daripada ditutup-tutupi terus nanti over budget dan bingung bayarnya kan malah ngerepotin orang tua. Sesuai prinsip kami  sederhana ga masalah, yang penting sah di mata Allah dan di mata hukum negara. Setelah ada kesepakatan bersama dari pihak keluarga inti survey-survey mulai dilakukan secara terbuka.

Nah saat mau DP masjid Pondok Indah tanggal yang kosong 17, 18 dan 23 Agustus 2008. Tanggal 23 ga memungkinkan kalau ga salah karena sudah mau puasa, sementara tanggal 17 juga ga mungkin karena hari kemerdekaan Negara kita dan akung harus ikut upacara, tanggal 18 Agustus itu hari Senin, namun katanya sih mau ada libur bersama, tapi kan belum pasti, jadi ya deg-deg an juga masa resepsi di hari kerja. Pas dicari lagi ternyata masih ada satu tanggal kosong di bulan Juli tepatnya 20 Juli 2008, pas banget liburan sekolah jadi uti ga harus bolos kerja dan keluarga-keluarga jauh diharapkan bisa datang.

Ayah dan bunda sempet mikir sih berarti maju 1 bulan dari yang diperkirakan dan tabungan kita TRM itu kan sistemnya berjangka udah bisa mencukupi gak ya? Udah bisa dicairin gak ya? Tapi ya udah lah kita sepakati aja tanggalnya dan bersama-sama berusaha agar semua lancar, jadi ditetapkan akad nikah dan resepsi adat Jawa di Masjid Pondok Indah tanggal 20 Juli 2008. Nah untuk yang resepsi kedua diputuskan tanggal 3 Agustus 2008, jadi sekitar 2 minggu setelah resepsi pertama, dan akan diadakan di Kebayoran dengan adat Betawi. Gak pakai hitung-hitung hari baik? Pendapat kami sih semua hari adalah hari baik, jadi Bismillah aja agar semua lancar 🙂

Mulai mempersiapakan perintilan wedding. Untuk Wedding ring kami survey ke beberapa tempat, si ayah punya prinsip untuk tidak memakai cincin emas, memang di agama kami (Islam) pria tidak boleh menggunakan emas. Setelah survey kemana-kemana plus googling nemu 3 bahan alternative : perak, platinum, dan titanium. Perak itu lunak dan bisa hitam jadi cuma bagus saat ceremony saja, rugi dong ah, platinum OMG harganya mahal banget ngelebihin emas, di Jakarta banyak toko emas yang ngaku emas putihnya sebagai platinum dan kasih harga agak lebih mahal dari emas, tapi kan palsu tuh,  jadi tetap ada kandungan emasnya (kita dapat info dari penjual perhiasan di salah satu pameran wedding dan di confirm dengan info dari saudara kami yang beli emas putih dengan harga platinum), ciri bedainnya klo emas putih itu lebih keras dari perak namun lebih lunak dari platinum jadi bisa di model macem2, terus emas putih bisa balik ke warna aslinya jadi kuning klo platinum warna naturalnya memang putih jadi tetap, setelah dapat info lengkap kita mencoret platinum dari datar pilihan karena alasan utama harganya yang tinggi.

Nah beralih ke pilihan terakhir titanium ternyata susah banget carinya, di googling toko yang jual kebanyakan di luar negeri, eh akhirnya malah ketemu suplier bahan titanium tapi dia ga buat cincin. Berbekal hobi si ayah membuat spare part tamiya dia coba pesan sedikit bahan ke suplier itu akhirnya dia buat sendiri cincinnya. Modelnya memang sederhana sekali mirip baut malah hehehe, tapi yang penting bebas dari emas. Masa mau nikah menjalani syariat agama malah memakaikan bahan yang dilarang oleh agama. Ga mau dong.

Berawal dari sini juga akhirnya kita buka usaha online CincinTitanium Online . Karena banyak teman yang tanya ke kami dimana beli cincinnya dan tertarik membeli juga, jadi ya udah kita sekalian jualan aja, apalagi udah tau kekuatannya yang memang TOP lebih dari emas, yang warna natural juga seumur hidup dia ga berubah warna. Oh iya berhubung udah masuk tahun ke-4 toko online kita berdiri modelnya juga macem-macem udah ga kayak baut kok hehehe. ok deh soal ini dibahas lain kali aja ya, klo pas niat iklanin 😉

Untuk cincin bunda, karena ga ada larangan pakai emas untuk wanita, untuk bunda tetap pakai cincin emas putih, modelnya disamakan dengan cincin ayah. Kita beli di Melawai dan akhirnya jadi teman sesama penjual cincin. mau lihat bentuk wedding ring kita? baca terus ya, ada di foto akad nikah, yuk mari kita lanjut….

Acara lamaran resmi dari pihak keluarga ayah ke keluarga bunda, diadakan tanggal 23 februari 2008, disini pertama kali keluarga besar bertemu, dan sekali lagi Alhamdulillah semua berjalan lancar 🙂

Berikut beberapa foto  :

Setelah itu mulai prepare undangan dan souvenire, Untuk undangan cukup terbantu dengan usaha percetakan keluarga ayah, jadi kita benar-benar design sendiri dari awal dengan konsep CD,  memakai bentuk dasar tempat CD, unik dan bisa digunakan kembali oleh penerima sebagai tempat CD :). Untuk bentuk undangannya bisa dilihat disini :

Untuk Souvenire kita juga buat sendiri bahu membahu dengan tante Ulfah (adiknya ayah) yang saat itu merintis usaha chocoline, dan dibantu pula oleh uti Ncil yang datang khusus dari Malang. Souvenire kami berupa coklat sebesar telapak tangan berbentuk hati (love) dengan diberi huruf D R yang merupakan inisial nama bunda & ayah dari cokelat juga. Untuk souvenire maaf ga ada fotonya, ada di kamera digital pribadi namun tidak sengaja terdelete semua jadi hilang. Ada satu sih di foto keluarga uti Ncil saat di pelaminan di pegang oleh tante Manda namun kurang jelas klo di crop, jadi silahkan dibayangkan saja bentuknya ya :).

Tanggal 19 Juli 2008 malam di rumah Puspiptek keluarga bunda mengadakan acara pengajian, sebagai pengganti acara midodoreni dan siraman. Bukannya tidak menghargai adat, namun bunda dan keluarga memutuskan dari pada uangnya dipakai untuk itu lebih baik uangnya disumbangkan ke pihak-pihak yang lebih membutuhkan, dan minta doa dari mereka agar acara esok hari berjalan lancar. Jadi diganti dengan pengajian bersama.

Malam hari sekitar jam 10-an pihak dari perias manten masih sempat telephone bunda untuk memastikan warna busana pengiring pengantin dan penerima tamu serta ukuran selop manten. Masih ingat banget deh bun ngantuk-ngantuk gitu jawabnya. Untung ga salah jawab loh hehehe

Di hari H nya subuh-subuh bunda, akung, dan uti berangkat ke masjid Pondok Indah menggunakan mobil pengantin yang disupiri supir kantor akung. Setelah sampai sholat Subuh terus langsung dirias, jam 6 ayah datang dan dirias untuk memakai dodotan. Dodotan dipakai hanya untuk foto canvas karena di masjid Pondok Indah dilarang menggunakan dodotan karena dinilai terlalu terbuka, sementara bun sejak kecil apalagi saat melihat pernikahan Tata & Tommy Soeharto pengen banget pakai dodotan, jadi di ambil kompromi untuk pakai dodotan pagi sebelum akad, untuk foto kanvas saja. Gimana jadinya fotonya? Please enjoy here :

Setelah foto dengan dodotan ayah berganti pakaian lalu pulang ke rumah Kebayoran untuk menjalani ritual adat Betawi. Sementara bunda langsung berganti kebaya akad. Eh sempat ada kejadian lucu loh, waktu bunda dirias sempet keingetan klo pas coba kebaya akad sempet ngerasa sempit bunda bilang gini ke perias “Bu nanti klo kebaya akad nya ga bisa masuk tuker kebaya yang buat penerima tamu aja kan sama2 putih” huahaahaaha mana ada coba pengantin kayak gitu 😀

Jam 8.45 pagi bunda sudah siap dengan kebaya akad nikah warna putih, hadiah dari tante Arnie di Jogja yang ternyata pas membungkus badan dengan indah, lengkap dengan riasan adat Jawa, mulai memasuki masjid raya Pondok Indah, setelah mendapat breafing sebentar dari pembawa acara untuk langkah-langkah akad nikah kita mendengarkan pembacaan ayat suci al-quran, setelah itu terdengar music Marawis bertalu-talu, rupanya ayah dan rombongan keluarganya sudah datang. Tepat jam 9 pagi akad nikah dilangsungkan dan Alhamdulillah kami pun sah menjadi suami istri di mata Allah dan di mata hukum Negara. InsyaAlllah…. Ya Alllah….. Berikut foto akad nikahnya :

Setelah akad nikah, ayah membacakan sighlat taklik, lalu penyerahan mas kawin berupa cincin berlian (wedding ring-nya bunda) dan uang sebesar 2.007.2008 sesuai tanggal pernikahan kami 20.07.2008, dilanjutkan dengan sungkeman pada uyut, uti, akung, nenek Kebayoran, bangking, ibu uyut Kebayoran, umi uyut Kebayoran, dan Almarhum Abi uyut Kebayoran. Setelah itu ayah dan bunda masuk kembali ke ruang rias dan mulai dirias untuk respsi menggunakan kebaya panjang merah marun dan beskap merah marun. Ini hasilnya :

Tepat jam 11 Siang resepsi dimulai dan Alhamdulillah berjalan lancar. Resepsi kedua di rumah Kebayoran tanggal 3 Agustus dengan adat betawi pun Alhamdulillah lancar, berikut foto-foto kami saat menjadi pengantin betawi 🙂

Ga terasa sudah 4 tahun kami bersama, dan sudah ada mas ganteng Fabian yang menemani. Semoga kami bisa selalu menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, dan bisa mendapatkan adik untuk Fabian di tahun ini (berharap, berdoa, dan berusaha) Amienn…… bantu doa-nya ya teman-teman 🙂

Mas ganteng di keluarga kami : Fabian Putra Anzil Firdaus

Wuah panjang juga ya menulis kenangannya, semoga bisa berguna buat calon pengantin yang lagi sibuk urusin preparation wedding-nya, dan berguna untuk kami sebagai pengingat kenangan our wedding. Pokoknya kuncinya dinikmati saja semuanya 🙂

Nantikan sharing kami berikutnya ya

With Love, The Firdaus Family

Advertisements
 
6 Comments

Posted by on August 7, 2012 in Uncategorized

 

Tags: , ,

Anniversary Ayah & Buba + The Harvest + Pronto

Hai hai selamat malam, jumpa lagi nih, hari ini buba mau sharing tentang wedding anniversary, kalau di bulan May itu bulan Birthday karena ayah, uti dan Fab ultahnya di bulan May, nah bulan July adalah bulan
Anniversary karena  bulan ini 2 pasangan merayakan anniversarynya, yaitu akung & uti di 14 July dan Ayah & buba di 20 July.

Setelah minggu kemarin review nya tentang anniversary akung uti (yang belum baca silahkan baca disini ya : Anniversary akung & uti),sekarang saatnya review tentang Anniversary ayah & buba. Hemm….mulai dari
mana ya?

Sekedar flash back, ayah dan buba ketemu di tahun 2006 di bulan July saat sedang ada penerimaan karyawan baru di kantor tercinta, ayah dan buba sama-sama melamar untuk posisi assistant researcher, berawal dengan
sering testing bareng sampai akhirnya keterima bareng, senangnya 🙂

Awalnya jujur aja nih buba sih kenalan ama ayah karena ayah punya motor hehehe, secara kantor
tercinta itu jauh banget sampai oleh karyawannya dikasi nama kesayangan “Lab Terpencil di Tepi Pantai Ancol” beneran loh jalan masuk kesana lumayan susah karena ga dilewati angkutan umum, jadi tersedia bus antar jemput buat karyawannya, nah karena si ayah punya motor kan lumayan tuh buba bisa nebeng
hehehe…. Jadi dari pasangan untuk jalan ke kantor, eh sekarang malah jadi pasangan hidup buba deh.

Mulai resmi pacaran 11 Agustus 2006 cepet ya kayaknya kurang dari sebulan setelah kita masuk,  soalnya
rasanya udah nyaman dari awal sama si ayah jadi apalagi yang musti dipertimbangkan hehehe, tapi masih main rahasia sama temen-temen kantor yang lain karena  kita berdua dari awal memang niat untuk serius pacaran untuk menikah dan membentuk keluarga, sementara kami berdua sama-sama masih baru di kantor jadi lum berani terang-terangan bilang kami pasangan, karena lum tau policy kantor soal hal ini.

Lalu di bulan February 2008 ayah resmi melamar buba, nah sejak disini sih semua sudah tahu kalau kami serius dan Alhamdulillah ga ada halangan yang berarti dari kantor, so akhirnya 20 July 2008 kami resmi menjadi suami istri. Cerita lengkapnya bisa dibaca disini ya : “Our Wedding Diary” 🙂

Nah setelah resmi menikah buba dan ayah masih 1 kantor, saat Fabian lahir pun kita masih 1 kantor, sampai akhirnya di bulan July 2011, buba memutuskan untuk pindah kerja jadi guru di salah satu sekolah
international di Serpong. Pertimbangan utamanya selain jarak dari rumah di Serpong ke kantor di Ancol yang jauh banget itu,  ya waktu yang buba habiskan di luar rumah kayaknya ga worth it banget, dari 24 jam 1 hari, bisa 14 jam di luar rumah perjanan dari dan ke kantor + waktu kerja, trus masi di potong 8 jam tidur jadi total main sama Fab Cuma 2 jam-an ahhhhh noooo…..

Buba menyadari kalau ternyata cita-cita tertinggi buba ya menjadi ibu, makanya buba putuskan harus punya lebih banyak waktu untuk anak-anak buba nanti dan tetap bisa membantu mendampingi si ayah dalam usaha
memenuhi kebutuhan keluarga, jadi Bismillah dengan berbagai pertimbangan buba keluar dari kantor lama dan beralih profesi jadi guru.

Sebenarnya sampai sekarang masih meraba-raba sih tepat gak nya keputusan itu, tapi prinsip buba “Kalau sudah memilih harus konsekuen apapun pilihannya” Jadi  ya mohon bantuan doanya ya semoga pilihan ini memang yang terbaik untuk buba dan keluarga dan semoga selalu menjadi lebih baik lagi…Amien…

Wuah udah beralih ke curhat nih reviewnya, ok deh di bablas-in, langsung mulai aja ya.

Anniversary kali ini yang ke-3 untuk ayah & buba, sayangnya tepat di hari anniversary buba malah sakit jadi kita ga bisa adain acara apa-apa, trus si aunty hari Jumat (22 July 2011) setelah dia dinas luar pulangnya bawain cake dari The Harvest, ternyata ini kado dari si Aunty buat Anniversary ayah buba, uh jadi terharu, senangnya….cantik banget deh cake-nya. Bermodalkan cake hadiah itu, akhirnya diadain syukuran kecil-kecilan dirumah untuk Anniversary ayah & buba, acaranya ya cuma posesi potong kue dan makan bareng deh kue nya. Thank you ya Aunty 🙂

silahkan dilihat disini ya fotonya :

 

Anniversary cake ayah & buba hadiah dari Aunty

Posesi Potong Kue Ayah, Buba, Apap ditemani robot kuning favorite-nya Apap saat ini 🙂

Review soal cake, kalau soal rasa hemmm kayaknya tergantung selera masing-masing ya, kalau buba disuru milih, dari setiap cake yang pernah buba review disini, ini peringkatnya (no.1 berarti paling ok) :

  1. Cake dari aha : Black forest sama double chocolate – nya paling yummy
  2. Cake dari Cizz Cake : Apapun Cheese cake nya yummy
  3. Cake dari Breadtalk : Black forest dan fruit cake nya hemmm sedapnyooo
  4. Cake dari Dapur Cokelat : Coklatnya mantap banget
  5. Cake dari The Harvest : rasanya enak tapi rasa coklatnya agak kurang mantap

Tapi sekali lagi ini kan penilaian pribadi, semua orang pasti punya pendapat masing-masing, oh ya dari peringkat tadi, kalau ditanya favorite buba berdasarkan design kuenya peringkatnya langsung
terbalik, jadi no 5 yang berarti paling ok, karena sungguh deh design cake the harvest ok banget , sementara yang no.1 design –nya cukup standard jadi klo buat birthday cake musti di tambah hiasan lagi kayak waktu Fab 1th birthday dulu. Nah tapi ya balik lagi ini juga permasalahan selera jadi tiap orang ya beda pendapatnya kali ya, yang ini base on my personal opinion, kembali ke pribadi masing-masing aja soal selera mah ya 😉

Nah hari Sabtu ini (23 July 2011) akhirnya anniversary buba & ayah + anniversary akung & uti + Ultahnya tante iki (16 July 2011) + makan bersama sebelum bulan Ramadhan, dirayain bareng-bareng sama keluarga besar
serpong & keluarga besar kebayoran, acaranya kumpul makan malam bersama di Pronto Italian Restaurant di PIM 1, lengkapnya : Pondok Indah Mall 1 Lantai 2 Unit 17 B-C.

Pronto itu resto Italy yang sistemnya all you can eat, dengan harga per orang Rp.74.500 (before tax 10%), sudah bisa makan dan minum sepuasnya disana, nah ini yang buba suka banget, soalnya kebanyakan all you can eat resto itu ga include minum, jadi minum musti beli sendiri, kalau di pronto udah include all,
so siapkan perut mulai pilih makanan enak-enak dan minuman yang segar-segar (ada juga tea, coffee + krimmer  buat yang suka yang hangat-hangat).

Soal rasa hemm… nyam nyam 2 thumbs up, even though ga adil juga klo dibandingin sama resto Italy yang bukan system all u can eat ya,karenakan sudah pasti agak beda karena beda budget, tapi rasanya juga ga datar-datar aja, tetap berasa kok, spice Italy-nya tetep dapet. yang jadi Favorite kita tentunya ribs barbeque + sosis, pasta nya yang yummy terutama fettucine + carbonara (yang ini ga kalah sama rasa resto Italy yang berbintang deh), sup jagungnya enak buat menghindari rasa terlalu kekenyangan jadi biasanya malah kita ambil di akhir-akhir hehehe.

Kalau soal suasana resto agak standard
lah ya dengan design Italy nya, cuma berhubung ada tungku batu gede barbeque dilantai bawah akibatnya lantai atas jadi agak berasa bau asap dikit banget sih and we are not complaining because baunya harum makanan yang lagi di bakar, cuma klo bisa tanpa efek bau asap mungkin lebih comfy ya. Satu lagi nih berhubung tadi kita banyakan dan dapatnya di lantai atas jadi agak-agak harus olahraga naik turun tangga untuk ambil makanananya, coba ada 2 tempat makanannya di atas dan dibawah hemm….lebih ok deh kayaknya , atau kalau mau nyaman baiknya reserve tempat dulu aja biar ga kebagian di atas, nom tlp nya 021-7506985.

Tapi overall penilaian buba tentang pronto tetep two thumbs up, masakan ok, design lumayan, nah ini yang bikin penilaiannnya naik, pelayananya baik dan ramah jadi comfortable ajak anak makan disana, dikasi
balon dan pas nunggu dapat permen lagi, ok deh ah sip sip sip 🙂

Please enjoy foto-foto kita pas di pronto disini ya, ga bisa
bagi makanannya jadi bagi fotonya dulu aja ya 😉

 

Apap & Buba Kembaran baju                                             Ayah Serius nyam-nyam nya

Sisa hasil berburu makanan di pronto, buanyak buanget hehehe 🙂

 

Suasana Makan Bareng di Pronto                               Serunya Apap perang balon sama bangkong

Wui pokoknya sangat menikmati perayaan gabungan tersebut, makan rame-rame emang selalu seru, apalagi kalau tempat makannya memang enak seperti Pronto 🙂

Sekian sharing dari kami, sampai jumpa di sharing berikutnya,

With Love,

The Firdaus Family

 
Leave a comment

Posted by on July 23, 2011 in Uncategorized

 

Tags: , ,

Akung & Uti Anniversary

Dear All,

Sharing kali ini tentang Anniversary-nya akung & uti, mereka menikah pada 14 July 1979 di Surabaya, jadi sudah 32 tahun ini mereka bersama.Alhamdulillah hingga saat ini mereka masih menampakan rasa mesra dan rukun bersama sehingga bisa menjadi role model untuk kami anak-anaknya. Semoga bisa selalu menjadi role model yang baik untuk kami amien

Tradisi di keluarga kami memang tanggal-tanggal penting seperti birthday dan anniversary itu dianggap istimewa dan diadakan acara perayaan/syukuran kecil-kecilan, hal ini dilakukan sebenarnya sekedar agar ada moment kumpul keluarga di tengah kesibukan masing-masing dan menjadikannya special karena adanya tanggal-tanggal tersebut.

Sekedar flashback buba akan menceritakan sedikit tentang kisah akung dan uti berdasarkan apa yang dulu pernah mereka ceritakan pada buba Jadi akung dan uti menikah saat umur uti masih 19 tahun dan akung 26 tahun perbedaan diantara mereka 7 tahun cukup jauh, uti menikah setelah lulus SMU mereka menikah dengan sederhana dan cepat karena saat itu akung mendapatkan pekerjaan di Bandung dan ingin membawa pasangannya yaitu uti kesana, jadi cepat-cepat hubungan mereka di resmikan.

Acaranya hanya akad nikah saja dan acara syukuran kecil-kecilan, karena sebulan sebelum menikah mbakh kakung dari pihak bapak (pihaknya akung) meninggal dunia, bahkan baju kebaya pengantin uti pun dijahit tangan sendiri oleh uyut loh, jadi 1 malam sebelum pernikahan uyut mbah uti dari Bojonegoro (nenek buba dari pihak akung) datang ke rumah uyut mami (nenek buba dari pihak uti) dan membawa kain sejenis beludru merah, nah kain ini lalu dijahitkan oleh uyut mami untuk menjadi baju pengantin untuk uti. Sampai sekarang baju itu masih tersimpan rapih di lemarinya uti loh sempat mau dipakai untuk kebaya lamaran buba dan ayah tapi ga jadi karena ukurannya kurang pas di buba, mungkin nanti bisa untuk lamarannya si aunty 😉

Sesaat  setelah menikah mereka pindah dari Surabaya ke Bandung (Sabtu menikah, Minggu mereka pindahan), karena akung harus segera bekerja di Bandung sebagai pegawai negeri di LIPI dan uti harus sudah mulai kuliah di UNPAD, mereka kontrak rumah di geger kalong.

Tahun 1983 uti hamil buba (buba anak ke-3 dari akung dan uti, anak pertama di tahun 1981 mas Toni meninggal dunia di usia 6 bulan karena campak dan sebelum tahun buba lahir uti sempat keguguran anak keduanya. Inalillahi wa Inailaihi Rojiun). Beberapa tahun setelah buba lahir akung dipindah tugaskan ke Serpong, diboyonglah sekeluarga ke Serpong tinggal di Komplek PUSPIPTEK, lalu di tahun 1987 lahirlah Aunty Ana, saat Aunty Ana lahir akung sedang tugas belajar di Scotland Inggris, oleh karena itu aunty Ana diberi nama Diana Setya Wardhani, namanya disamakan dengan Princess Diana. Saat Aunty Ana umur 3 bulan kami (uti, buba dan aunty) menyusul akung ke Scotland.

Selama menemani akung tugas belajar, kalau akung dan uti ada waktu dan ada rizki sedikit lebih, buba dan aunty diajak jalan-jalan ke berbagai negara, kata akung hal ini untuk memperluas pola pandang dan wawasan kami.Dan alhamdulillahnya lagi setiap kami berencana keluar alhamdulilah biasanya bertepatan dengan tour yang sedang promo 🙂

Setelah tugas belajar akung selesai kami kembali ke Indonesia, bahkan setelah selesai tugas belajar akung dan uti menjadwalkan 2 – 3 tahun sekali kami sekeluarga liburan keluar dengan tujuan untuk memperluas wawasan itu tadi. Jadi kalau liburan keluar pasti kami sempatkan mampir ke science center yang ada di negara tersebut, jadi bisa melihat dan sedikit memahami kemajuan IPTEK di negara tersebut. Sekali lagi ditekan kan disini we comes from middle class family jadi bukan keluarga kaya yang berlebih yang bisa sesuka hari jalan-jalan keluar negeri, kami melakukannya dengan terencana dan selalu menabung untuk bisa melakukannya. Bukan pergi untuk sekedar gaya-gayaan tapi karena akung dan uti berusaha memberikan kesempatan agar wawasan anak-anaknya lebih luas dan terbuka. Hal ini buba rasakan banget manfaatnya saat ini, makanya ayah dan buba juga berusaha agar bisa memberikan kesempatan seperti ini untuk The Firdaus Family. Bismillah semoga bisa memberikan yang terbaik juga untuk anak-anak ayah & buba.

Hingga saat ini, kehidupan keluarga kami Alhamdulillah bagi buba sangat membahagiakan karena memiliki orang tua yang sekali lagi menurut buba patut diacungi jempol karena bisa menjadi role model yang sangat baik untuk anak-anaknya, pola didik mereka moderat, dan menganggap pendapat anak-anaknya itu penting, jadi dirumah kami terbiasa mengutarakan pendapat kami ke orang tua, berdebat kecil-kecilan sih ada lah ya, tapi terus terang rasa hormat kami terhadap akung dan uti tidak pernah luntur bahkan selalu semakin meningkat karena akung dan uti juga menghargai kami sebagai anaknya. Pokoknya they are the best parents for us. So pola didik mereka sedikit banyak akan ayah dan buba tiru untuk mendidik Apap dan adik-adiknya nanti. Semoga nanti saat dewasa mereka akan bangga, menghargai dan menghormati serta mencintai ayah dan buba sebagaimana ayah dan buba mencintai orang tua kami, bahkan kalau boleh minta sih lebih ya heheheh 🙂

Ok sekian dulu flash back nya, bener-bener deh saat nulis ini bring back a lot of memories masa kecil buba, jadi agak-agak melow nih, so let’s get back to the anniversary-nya akung & uti ya. Perayaannya terpaksa agak ditunda karena tanggal 14 July 2011 kemarin bertepatan dengan aunty dan ayah mendapat tugas luar, jadi terpaksa ditunda hingga hari Sabtu ini (16 July 2011), dirayakannya secara kecil-kecilan, Aunty membeli kue di dapur coklat alam sutera (depan Living world). Khusus review cake dari dapur cokelat : rasanya hemmm yum yum yummy enak banget, cokelatnya full kerasa banget, harganya sekitar 100rb-an. Acara utama ya cuma potong kue itu aja sih, lalu dilanjutkan dengan pemberian hadiah dari kami anak & cucunya

Hadiahnya apa? hemm…untuk kali ini buba agak main rahasia hehehe, untuk bentuknya sih boleh buba buka disini agar bisa bantu doa ya, bentuknya berupa setoran awal tabungan haji untuk akung & uti yang sudah buba, ayah dan aunty kumpulkan beberapa waktu, untuk jumlahnya nah yang ini dirahasiakan, memang kami lum bisa memberi banyak, namun Bismillah semoga menjadi langkah awal pembuka jalan akung dan uti untuk naik haji. Mohon bantuan doanya agar jalan mereka naik haji dipermudah dan diperlancar ya. Maunya sih ayah & buba juga ikutan, Bismillah mempersiapkan diri dulu semoga bisa bareng 🙂

Ok buat yang penasaran mau lihat kuenya dari dapur cokelat, please enjoy disini :

Cake 32th Anniversary akung & uti

Ini bonus picture posesi pemotongan kue-nya dibantu oleh tentu saja mas Ganteng Fabian 🙂

Posesi Potong Kue @ Anniversary akung & uti

 

Happy Anniversary akung & uti, semoga selalu rukun & mesra, dan bisa menjadi role model bagi kami semua. We Really Really Really proud to have you as our parent and grandparent.

With Love,

The Firdaus Family

P.S : This story published after the permission has been granted by akung & uti, since most of the part is about their personal life. This post will be another beautiful gift of memory for them to remember

 
Leave a comment

Posted by on July 17, 2011 in Uncategorized

 

Tags: ,